Inilah DOA Memancing Ikan Dalam Al Quran Yang Sangat Mustajab

Doa mancing ikan dalam Al-Quran,- Berdoa dalam memulai pekerjaan apapun merupakan satu tindakan terpuji. Termasuk jika Anda ingin memulai memancing ikan. Doa mancing ikan yang sering kali dilakukan para pemancing seakan menjadi ritual wajib jika ingin mendapatkan hasil yang memuaskan.

Mendapatkan ikan yang banyak tentu saja merupakan tujuan utama pemancing. Berbagai upaya selalu dilakukan sebelum berangkat memancing. Mulai dari menyiapkan alat mancing ikan, meracik umpan, dan biasanya survei tempat sebelum hari H. Hal ini dilakukan agar benar-benar maksimal mendapatkan hasil yang memuaskan.

Yang Saya sering perhatikan adalah ketika seorang pemancing ikan akan menghadapai satu perlombaan memancing. Mereka seperti akan menghadapi perang, semua perlengkapan sudah dipersiapkan sampai detail. Sepertinya memang begitu sibuknya dari sehari sebelum keberangkatan. Memancing ikan sebetulnya menguji kesabaran, ketenangan bahkan rasa bosan. Namun disitulah letak keindahan dalam memancing.

Satu hari, Saya secara tidak sengaja bertemu dengan seorang pemancing, boleh dibilang pemancing hebat dan berpengalaman. Hal yang membuat Saya yakin bahwa dia seorang profesional adalah ketika Saya melihat begitu banyak perlengkapan memancing di rumahnya beserta banyak video dan photo-photo saat dia memancing ikan di laut atau di sungai.

Bukan hanya itu saja, dia bercerita banyak hal tentang memancing, bagaimana dia harus mempersiapkan perlengkapan sampai teknik-teknik memancing. Begitu detailnya. Sampai pada satu saat dia juga bercerita bagaimana harus mengadakan ritual serta doa sebelum berangkat dan saat sampai di tempat dimana dia memancing. Hal ini membuat Saya begitu serius mendengarkan.

Ada yang menarik disini. Doa yang Saya bayangkan adalah berupa jampi-jampi atau semacam ritual kejawen, Namun ternyata doa yang dimaksud berupa ayat Al-Quran yang intinya bahwa apapun rahmat yang dilimpahkan Allah kepada makhluknya tak ada sesuatu apapun yang dapat menahannya.

Sangat luar biasa. Doa seperti inilah yang sebenarnya sangat diperlukan dalam melakukan hal apapun yang positif tentunya. Usaha-usaha ini tentu merupakan suatu wujud ikhtiar yang baik dalam mencapai tujuan Anda berangkat memancing. Namun, alangkah baiknya jika upaya-upaya tersebut diiringi dengan suatu doa.

Doa dan usaha memang merupakan satu kesatuan yang tak bisa dilepaskan ketika Anda ingin mengapai sebuah tujuan. Oleh karena itu, doa mancing ikan memang perlu agar mendapat banyak dan tentunya sesuai dengan ajaran Islam.

Doa mancing ikan sendiri pada kenyataannya tidak pernah diriwayatkan di zaman Rosululloh. Hanya saja, ada satu doa yang menurut banyak orang sangat tepat untuk dipanjatkan ketika akan memasang umpan dan melemparnya ke dalam kolam atau sungai.

Doa ini merupakan wujud dari pujian kepada Allah SWT. Sekaligus harapan agar kegiatan mancing yang dilakukan bisa dicatat sebagai bentuk ibadah dan mendapat ikan yang banyak

INGAT : Doa di bawah ini Tidak hanya Di baca saat mau berangkat memancing, namun doa ini baiknya dipakai saat ada hal yang Anda inginkan. Maka amalkanlah ayat Al-Quran ini.

Inilah Sesungguhnya Doa mancing ikan dalam Al-Quran yang paling ampuh. bacaan Al’Quran ini saya tuliskan dalam bahasa indonesia jika anda mencari bacaan dalam bahasa arab anda bisa cari di Al-Quran Surah (Al-Fathir ayat 2-3)

Percayakan sepenuhnya kepada Sang Pencipta Alam, rezeki, maut dan jodoh adalah kehendak-Nya. Banyak orang yang menggunakan jimat mancing ikan atau mempercayai hal lain selain Allah yang Maha Kuasa merupakan bentuk dari sifat musyrik. Hal ini yang harus Anda hindari.

Memang, pada hakikatnya manusia harus berikhtiar, harus berusaha mencari solusi. Tapi tentu saja solusi yang baik yang tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran Allah dan Rasulnya. Yang lebih ngeri lagi, maraknya sekarang tentang mantra mancing ikan yang ramai diperjualbelikan. Menurut Saya sangat bertentangan dengan nilai-nilai ajaran agama apapun. Dan itu tidak baik.

Dan saya ingatkan lagi bahwa Tugas kita sebagai manusia hanya bisa berdoa dan berusaha untuk selebih nya Rizki Hanya sang pencipta yang tau, Kita hanya cukup yakin dan percaya kalau rezeki pasti Sampai kepada kita Mudah mudahan setelah mengamalkan ayat Al-Quran anda mendapatkan hasil ikan yang memuaskan.Semoga artikel saya tentang Doa mancing ikan dalam Al-Quran yang Sangat Mustajab Bermanfaat Untuk Semuanya, mohon maaf jika ada salah dalam penulisan artikel di atas.

Sumber: doamancing.blogspot.com

Subhanallah..Rezeki Saya Terbuka Luas Lepas Amalkan 2 Perkataan Zikir Ini~2 Perkataan Sahaja !!

Bismillah

Bila kita berbicara soal rezeki kita perlu terus set dalam minda bahawa semua rezeki itu datang daripada Allah.Rezeki bukan hanya merujuk kepada duit yang banyak rumah yang besar atau kereta mewah.Namun skopnya lebih jauh dan luas.Kesihatan yang baik,punyai anak-anak yang soleh itu juga dikira sebagai rezeki.

Rezeki perlu dicari,diusahakan dengan bersungguh-sungguh kemudian barulah kita berserah bertawakal kepada Allah.

Mahu rezeki terus terbuka dan lancar? Berzikirlah ! Zikir itu adalah jalan pintas atau jalan termudah untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kerana zikir tidak terbatas ruang dan waktu. Setiap saat kita boleh melakukannya. Bukan hanya setelah solat fardhu bahkan saat menunggu mahupun di selang seli aktiviti kerja kita boleh berzikir.

Zikir itu intinya adalah mengingat Allah setiap saat. Bukan hanya komat-kamit membaca serangkaian kata-kata dalam bahasa Arab tapi hendaknya harus mengerti erti atau maknanya. Zikir yang terbaik adalah yang mengagungkan Allah seperti Asmaul Husna. Kita mengenal ada 99 nama yang dimiliki Allah yang intinya mengagungkan dan membesarkan namaNya. Salah satu Asmaul Husna yang sering saya amalkan adalah Ya Fattah Ya Razzaq.

Al Fattah

Erti dari Asmaul Husna ini adalah pembuka. Jika diamalkan secara rutin boleh membuka rezeki, membuka jodoh, membuka jalan usaha, membuka fikiran yang tertutup, membuka langit, membuka keampunan. Apa saja yang terasa tertutup dan kita ingin membukanya dengan izin Allah maka zikir mengulang-ulang nama Allah Ya Fattah boleh dilakukan.

Bagi yang belum bertemu jodoh, zikir ini bererti memohon agar dibukakan jodohnya, dipertemukan dengan orang tepat dan boleh membimbing dan dibimbingnya menuju jalan Allah. Bagi yang belum punya anak, zikir ini bererti memohon agar diberi kesempatan memiliki buah hati dari rahim sendiri.

Bagi yang belum punya pekerjaan, zikir ini bererti memohon agar dibukakan jalan menuju pekerjaan impian atau di bukakan jalan untuk memulai usaha sendiri. Bagi yang punya banyak dosa, zikir ini bererti memohon agar pintu keampunan Allah dibukakan untuknya. Bagi yang punya banyak masalah, zikir ini bererti memohon dibukakan jalan keluar dan solusi dari semua masalah yang menimpa. Bagi yang lagi sakit, zikir ini bererti memohon dibukakan jalan kesembuhan baginya.

Ar Razzaq

Ya Razzaq adalah Maha Pemberi rezeki. Kita semua tahu bahawa Allah lah yang memberi rezeki. Jika diamalkan secara rutin maka rezeki insya Allah akan terus mengalir dan datang dari tempat yang tak disangka-sangka, dibebaskan dari masalah kewangan dan sebagainya.

Bagi orang yang rezekinya sedikit, susah, tak cukup, sukar diperolehi boleh mengamalkan zikir ini agar rezekinya lancar dan berkat. Bagi yang memiliki anak, boleh membaca zikir ini agar anak yang dikandungnya atau dididiknya menjadi anak soleh, tidak degil, bermanfaat dan boleh jadi tiket buat menghantar orang tuanya ke pintu surga.

Bagi suami isteri yang mengharungi bahtera rumah tangga yang bermasalah, zikir ini bermanfaat untuk memohon rezeki rumah tangga yang sakinah dan menyatukan dua hati yang berjarak. Bagi yang sedang usaha dan ingin usahanya terus membawa rezeki, amalan zikir boleh diamalkan.

Bagi yang ingin naik haji dan umrah segera boleh merutinkan bacaan zikir ini agar dimudahkan rezekinya menuju ke sana. Bagi yang perlukan pembiayaan pendidikan, pengubatan, usaha dalam jumlah banyak boleh mengamalkan zikir ini agar dimudahkan memperolehi biaya tersebut.

Cara mengamalkan Ya Fattah Ya Razzaq Banyak yang menyarankan agar membacanya sebanyak 111 kali setiap hari, 99 kali, 66 kali ataupun 33 kali. Bahkan kalau mampu boleh sampai 1000 kali atau 300 kali. Semakin banyak semakin baik. Hendaknya diamalkan dimana saja dan bila saja, tidak mesti harus selesai shalat fardhu saja.

Kalau saya peribadi membaca Ya Fattah Ya Razzaq setiap selesai solat fardu 11 kali (disamping membaca tasbih, tahmid dan takbir). Saya juga membacanya setelah selesai solat sunat dhuha dan solat sunat tahajud. Setiap selesai dua rakaat solat sunat tersebut sebelum melanjutkannya ke dua rakaat selanjutnya saya sempatkan membaca Ya Fattah Ya Razzaq sebanyak 11 kali. Baru kemudian saya lanjutkan dua rakaat berikutnya, selesai salam kembali membaca zikir tersebut sebanyak 11 kali.

Begitu seterusnya, apabila bulan Ramadhan saya juga mengamalkannya diantara solat tarawih, agar puasa saya lebih diberkati dan dimudahkan. Uztaz Yusuf Mansyur menyarankan membacanya minima 12 kali, iaitu 5 kali setelah solat fardu, 1 kali setelah dhuha, 1 kali setelah tahajud dan 5 kali diantara azan dan iqamat.

Disamping membacanya tetap berusaha seperti biasa, yang kerja tetap kerja yang berniaga tetap berniaga, jangan berhenti. Yakin bahawa Allah akan mengabulkan hajat kita, membuka apa yang tertutup dan melancarkan apa yang tersekat termasuk rezeki kita. Menyuburkan amalan-amalan pendorong doa, amal soleh dan sebolehnya hindari maksiat.

Setiap saat boleh diamalkan kemudian dilanjutkan doa sesudahnya, memohonkan hajat kita. Bahkan ketika memandu pun boleh baca zikir tersebut sambil mendengarkan lantunan lagu-lagu dari CD atau turut mendengarkan berita dari radio kenderaan.

Pengalaman saya setelah mengamalkan zikir Ya Fattah Ya Razzaq Saya akui bahawa saya orang yang tidak terlalu alim. Ilmu saya masih sedikit dan menjalankan agama sesuai dengan ilmu yang sedikit itu. Zikir ini memang saya amalkan setelah membaca tauziah Uztaz Yusuf Mansyur mengenai percepatkan rezeki dengan zikir Asmaul Husna termasuk Ya Fattah Ya Razzaq.

Seboleh mungkin saya berusaha untuk tidak meninggalkan solat sunat rezeki iaitu shalat dhuha sebanyak 6 rakaat setiap harinya. Saya usahakan untuk shalat tahajud meskipun cuma 2 rakaat (meski terus terang lebih banyak tidurnya hehehe..).

Setelah rutin mengamalkan dengan cara di atas tadi saya tidak pernah merasakan masalah kewangan yang teruk. Pekerjaan saya sebagai pegawai bergaji tetap setiap bulannya tapi Alhamdulillah saya hidup merasa tak pernah kekurangan. Setiap saya ingin membeli sesuatu wangnya pasti tersedia.

Saya tidak pernah mengatakan tidak punya wang (pada diri saya) meskipun kenyataannya wang di bank saya memang tidak ada dan tabungan saya menipis. Saya selalu berfikir bahawa saya punya cukup banyak untuk dibelanjakan dan disyukuri. Jika wang saya sedikit, sedikit juga yang saya belanjakan dan syukurnya yang diperbanyak. Jika wang saya berlebih, saya belanjakan sesuai keperluan disertai syukur kerana boleh berbelanja lebih dari biasanya.

Saya juga berusaha semampunya berbuat baik pada kedua orang tua terutama ibu saya dan mertua. Kerana kebetulan berbeza lokasi, setiap orang tua / mertua mengunjungi kami tak pernah lupa untuk memberi saguhati (perbelanjaan) sekadarnya sebelum mereka pulang, berapa kalipun mereka datang dalam sebulan. Saya sangat faham pentingnya berbakti pada orang tua.

Alhamdulillah sejak saya mulai mengamalkan hal-hal tersebut di atas mulai sekitar tahun 2011 sampai saya menulis tulisan ini di awal July 2015 belum pernah saya merasakan kesulitan yang teruk dalam rezeki saya. Padahal sebelumnya saya juga sering mengalami masalah, seperti rumah dipecah beberapa kali, emas, wang, dan harta benda melayang dicuri orang, kemalangan meskipun tidak parah dan sering merasa kekurangan wang.

Ketika ini meskipun kami tidak kaya berlimpah harta tapi yang paling penting kami selalu merasa cukup. Kami boleh makan, berpakaian, punya rumah yang selamat dan berkongsi rezeki dengan orang lain itu lebih dari cukup.

Saya menuliskan ini real dari pengalaman saya peribadi, insya Allah tidak ada perasaan riyak atau ingin dipuji tapi semata-mata saya niatkan buat pembelajaran untuk kita semua. Bahawa rezeki Allah itu fenomena yang tidak dapat dikira dengan hitungan matematik kerana sifatnya yang abstrak. Bukan kuasa kita untuk menentukan berapa banyak rezeki yang kita terima, tapi itu adalah wilayahnya Allah. Kita hanya meminta dan mempercepatkan diri untuk menerima.

Saya tutup tulisan ini dengan penekanan bahawa ibadah yang baik itu bukan yang jumlahnya banyak tapi yang rutin dilakukan biar jumlahnya sedikit. Demikian pula dengan zikir ini, bukan berapa kali hitungannya dalam sehari tapi kekerapannya. Biar cuma 1 kali sehari tapi jika rutin itu lebih baik dibanding 1000 kali tapi cuma sekali selama setahun. Semoga Allah merahmati kita semua. Wallahu alam..

Sumber: semuanyajdt

“Berkaca-Kaca Mata, Syurga Tempat Kau Bang,” Netizen Sebak Lihat Kegigihan Lelaki Menjaga Ibunya

Benarlah kata-kata “Kasih ibu membawa ke syurga, kasih ayah sepanjang masa”.

Jerih payah ibu bapa dalam membesarkan anak-anak tidak terbalas hingga hingga ke akhir hayat. Kerana itu darjat ibu bapa diangkat ke tempat yang paling mulia, selayaknya diberi penghormatan setinggi-tingginya oleh si anak.

Perkongsian oleh seorang pengguna media sosial, saudara Syafiq Hamzul baru-baru ini ternyata menjentik emosi sehingga ramai yang mengalirkan air mata kerana terharu.

Dalam gambar yang dimuat naik oleh beliau, jelas kelihatan kasih sayang seorang anak kepada ibunya yang sudah uzur. Dibawa ibu tersebut membonceng motosikal dan kemudian mereka menikmati makanan di sebuah kedai.

Si anak lantas menyuap si ibu dengan pandangan penuh kasih sayang. Bukan sahaja netizen, malah kami sendiri turut sebak melihat layanan seorang anak kepada ibu yang wajar dijadikan teladan oleh kita.

Bagoh deh anok dyo bawok mok mari make keda dgn keadaan mok takleh jale.

Buleh ko kito staro ni jago mok ayoh kita kalu tua gini sikit lagi?

Rata-rata netizen menzahirkan kesedihan mereka melalui ruangan komen. Siapa sahaja yang tidak terkesan setelah melihat gambar ini?

Moga Allah merahmatinya kerana keihlasan menjaga ibu walau dalam keadaan serba kekurangan. Amin.

SYURGA TEMPAT KAU BANG

SEMOGA ANAKNYA DI MURAHKAN REZEKI, AMIN

FREE – FREE BOLEH SYURGA

YA ALLAH, SEMOGA ALLAH KURNIA KAN SYURGA TEMPAT NYA

Sumber : Shafiq’s Hamzul via Siakap Keli

Inilah 7 Kehebatan Solat Dhuha Yang Menjadi Rebutan Para Surirumah

3 Pesanan Rasulullah kepada Abu Hurairah R.A dan beliau tidak pernah tinggalkan sama ada beliau ada dirumah atau pergi bermusafir iaitu solat dhuha dua rakaat,Puasa sunat 3 hari dalam sebulan,sebelum tidur dirikan solat witir

7 KELEBIHAN SOLAT DHUHA YANG MENJADI REBUTAN SURIRUMAH


1. DIPERMUDAHKAN URUSAN HARIAN
Rutin harian menjadi surirumah bukanlah suatu perkara yang mudah. Kadang-kadang terlalu penat sampai nak makan pun tak sempat. Namun begitu, bukan semua orang boleh faham apa yang kita lalui, mahupun pasangan kita sendiri. Oleh itu, inilah peluang kita untuk mengadukan kepada Allah, memohon diberi kekuatan dan dipermudahkan urusan.

Diriwayatkan daripada Nu‘aim bin Hammar bahawa ia berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda; Allah berfirman, ‘Wahai anak Adam, janganlah kamu berasa lemah untuk beribadah kepada-Ku dengan cara mengerjakan solat empat rakaat di awal waktu siangmu (solat Dhuha), nescaya akan Aku cukupkan untukmu di akhir harimu.”

(Hadis Riwayat Abu Dawud)

Dengan mengingati Allah terutamanya pada waktu mustajab seperti waktu Dhuha, mudah-mudahan bantuan Allah pasti tiba dalam segala bentuk kemudahan dari awal pagi hinggalah ke akhir hari.

2. CARA PALING MUDAH UNTUK BERSEDEKAH
Berbanding dengan suami atau ibu-ibu lain yang bekerja, seorang surirumah mungkin memiliki kemampuan kewangan yang agak terhad. Malah, surirumah biasanya jarang keluar rumah dan mungkin kurang peluang untuk bersedekah. Namun, Allah itu Maha Pengasih dan Maha Pemurah terhadap hambaNya, lalu diberikan pelbagai cara untuk tetap mendapatkan ganjaranNya.

Dengan melakukan solat dhuha, anda sebenarnya mampu merebut pahala sedekah, seperti yang dinyatakan dalam sebuah hadis:

“Setiap pagi, setiap ruas anggota badan kalian wajib dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, dan melarang berbuat mungkar adalah sedekah. Semua itu dapat diganti dengan solat dhuha dua rakaat.”

(Hadis Riwayat Muslim)

3. MENDAPAT PAHALA UMRAH
Bukan setakat mendapat pahala bersedekah, malah pahala solat dhuha juga diumpamakan dengan pahala umrah.

Dari Abu Umamah ra bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci untuk melaksanakan solat wajib, maka pahalanya seperti seorang yang melaksanakan haji. Barangsiapa yang keluar untuk melaksanakan solat Dhuha, maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan umrah.”

(Sahih Al-Targhib: 673)

4. DIAMPUNKAN DOSA
Pendapat ramai orang yang mengatakan hidup isteri sebagai surirumah sepenuh masa ialah mudah adalah tidak benar sama sekali. Terdapat banyak perkara yang perlu diuruskan dari awal pagi hingga ke malam. Bahkan, seorang surirumah menggalas tugas yang berat untuk mendidik anak-anak selain menyediakan keperluan harian. Ada yang turut bergiat aktif dalam persatuan, aktiviti taman, perniagaan kecil-kecilan dan sebagainya.

Dalam kesibukan mengurus jadual seharian, tentu kita tak terlepas daripada kelalaian atau melakukan kesilapan. Maka solat dhuha adalah antara pintu ampunan untuk kita yang disediakan oleh Allah.

“Barangsiapa yang menjaga solat Dhuhanya nescaya diampuni Allah baginya akan segala dosanya walaupun seperti buih di lautan.”

(Hadis Riwayat Ibnu Majah dan at-Tirmidzi)

5. MERAIH REZEKI / KEUNTUNGAN BESAR
Salah satu fadilat yang paling lazim dikaitkan dengan solat dhuha adalah murah rezeki. Ia sebenarnya dirujuk dalam satu kisah di mana suatu ketika Rasulullah mengutus tentera Islam dalam satu peperangan. Dengan izin Allah, tentera Islam menang dan berjaya pula mendapatkan harta rampasan yang banyak.

Orang ramai bercerita singkatnya peperangan itu dan banyaknya harta rampasan perang yang diperoleh. Kemudian Rasulullah menjelaskan bahawa ada yang lebih utama dan lebih mudah memperoleh kemenangan dan harta rampasan yang banyak iaitu solat dhuha.

Sabda baginda : “Barangsiapa yang berwudhuk, kemudian masuk ke dalam masjid untuk melakukan solat dhuha, dialah yang paling dekat tujuannya (tempat perangnya), lebih banyak ghanimahnya dan lebih cepat kembalinya.”

(Sahih al-Targhib : 666)

Rezeki ini mungkin kita tak nampak dari segi wang atau perhiasan, tetapi anak-anak yang soleh, keberkatan rumah tangga, kelapangan dada, dan kesihatan tubuh badan juga adalah antara nikmat yang dikurniakan kepada Allah buat kita.

6. SEBAGAI MOTIVASI PAGI
Hari seorang surirumah bermula seawal kita ‘celik mata’ hinggalah menjadi orang terakhir yang tidur. Ia adalah hari panjang untuk ditempuhi.

Setiap waktu solat sebenarnya adalah peluang untuk kita recharge. Setiap kali selesai solat, kita akan rasa lebih segar, bertenaga, dan tenang. Jika anda perasan, waktu antara solat subuh dan solat zohor adalah agak panjang berbanding selang waktu solat yang lain.

Maka dengan melakukan solat dhuha walaupun 2 rakaat, ianya tentu akan membantu kita ‘berehat’ dengan mengingati Allah dan mendapatkan kembali tenaga di antara selang waktu tersebut. Malah, kita akan rasa kerja harian lebih terurus apabila kita memberi keutamaan kepada solat dhuha.

7. RUTIN SIHAT UNTUK TUBUH & MINDA
Selain banyak fadilatnya yang tersendiri, solat dhuha boleh membentuk rutin aktiviti jasmani yang juga baik untuk rohani. Malah secara umumnya, terdapat banyak bukti saintifik yang menerangkan kelebihan pergerakan solat yang berkualiti serta amalan zikrullah kepada fizikal dan mental seseorang, tidak kiralah berapa pun usia anda.

Di tengah kesibukan dengan anak-anak sejak awal pagi, solat dhuha memberi peluang untuk kita bertafakur, membasahi lidah mengingati Allah, dan mendekatkan diri denganNya.

BERUNTUNGLAH MEREKA YANG MENGAMALKAN SOLAT DHUHA
Doa ibu yang makbul sangat berkuasa untuk dijadikan perisai bagi mengharungi cabaran di rumah. Gunakanlah kesempatan waktu dhuha untuk menunaikan solat sunat yang amat dituntut ini.

Semoga para surirumah akan sentiasa diberi kekuatan dan menjadi sumber kemurahan rezeki serta rahmat Allah bagi seisi keluarga di dunia mahupun di akhirat, Insha Allah.

Sabda Rasulullah s.a.w “Bahawasanya di syurga ada pintu yang dinamakan ‘Dhuha’. Maka apabila tiba hari kiamat kelak, berserulah (malaikat) penyeru: “Manakah orang-orang yang telah mengamalkan solat Dhuha; Inilah pintu kamu, silakan masuk ke dalam syurga dengan Rahmat Allah.”

(Hadis Riwayat At-Tabrani)

Sumber: siraplimau

Setelah 20 Tahun Bekerja, Majikannya Cuma Memberikan 3 Buku Roti, Alangkah Sayu Di Hatinya Kerana Di Dalamnya Ada Sesuatu Yang Lebih Bernilai.

Sepasang pengantin baru yang sangat miskin tinggal di ladang yang kecil. Mereka ini masih muda. Pada suatu hari si suami membuat cadangan berikut kepada isterinya.

“Sayang, saya akan meniggalkan rumah ini. Saya akan mengembara jauh, untuk mencari pekerjaan dan bekerja keras supaya dapat memberikan kamu kehidupan yang selesa yang selayaknya kamu dapat.

Saya tidak tahu berapa lama saya tinggal jauh dari kamu, cuma satu yang saya pinta, tunggu kepulangan saya, dan sepanjang kepergian saya, kamu harus setia kepada saya, kerana saya akan setia kepada kamu. Isterinya bersetuju, jadi pemuda itupun pergi.”

“Dia jalan berhari-hari sehingga akhirnya dia bertemu dengan seorang peladang yang memerlukan pekerja. Pemuda itu menawarkan khidmatnya. Dia diterima. Oleh itu dia membincangkan syarat-syarat dengan majikannya.

“Saya akan bekerja selama mana yang saya mau dan apabila saya ingin pulang, tolong lepaskan saya daripada pekerjaan saya.” “Saya tidak mau menerima gaji saya. saya mau kamu simpankan itu untuk saya, sehingga pada hari saya akan pergi. Pada hari saya memutuskan untuk pulang, tolong berikan wang saya.”

Setelah 20 Tahun Bekerja

Mereka sama-sama bersetuju. Jadi, pemuda itu bekerja selama dua puluh tahun tanpa cuti dan tanpa rehat. Selepas dua puluh tahun, dia mendatangi majikannya dan berkata, “Tuan, saya mahukan wang saya, kerana saya ingin pulang.”

Majikan itu menjawab, “Baiklah, lagipun saya telah membuat perjanjian dengan kamu dan saya mematuhinya.” Bagaimanapun, sebelum kamu pergi saya ingin menawarkan kepadamu sesuatu yang baru.

Saya akan berikan semua wang kamu dan benarkan kamu pergi; atau saya berikan kamu tiga nasihat, tetapi kau tidak akan dapat wang itu. Sekarang, pergilah ke bilikmu dan fikirkan keputusanmu.”

Dia berfikir selama dua hari. Kemudian dia pergi berjumpa dengan majikannya dan berkata, “Saya mahukan tiga nasihat itu.” Majikan itu menekankan semula, “Jika saya berikan kepadamu tiga nasihat, kamu kehilangan wangmu itu.”

Pemuda itu menjawab, “Saya mahu tiga nasihat itu.”. Kemudian majikan itu memberikan tiga nasihat:

Jangan mengambil jalan pintas dalam kehidupanmu, jalan pintas dan tidak diketahui boleh membahayakan nyawamu. Jangan sekali-kali terlalu ingin tahu, kerana keingintahuan terhadap kejahatan boleh membunuh. Jangan membuat keputusan ketika dalam kemarahan atau kesakitan, kerana apabila kamu menyesal, itu sudah telambat.

Selepas memberikan tiga nasihat ini, majikan itu berkata kepadanya, “Di sini ada tiga buku roti untukmu, dua untuk kau makan semasa dalam perjalanan dan yang terakhir adalah untuk kau makan bersama isterimu setelah kau sampai di rumah nanti.” Jadi, pemuda itupun pergi, selepas dua puluh tahun jauh dari rumah dan isterinya yang dia sangat cintai.

Jalan Pintas

Selepas lima hari perjalanan, dia bertemu dengan seorang lelaki yang menyapa dia dan bertanya, “Ke mana kau pergi?” Pemuda itu menjawab, “Ke suatu tempat kira-kira 20 hari perjalanan jika saya terus berjalan.

Orang itu berkata kepadanya, “Wahai pemuda, jalan itu sangat panjang! Saya tahu jalan pintas yang sangat selamat dan kau akan sampai dalam masa 5 hari sahaja.” Pemuda itu mula ikut jalan yang dicadangkan, tetapi kemudian dia teringat nasihat yang pertama.

Lalu dia kembali mengikut jalan yang panjang. Beberapa hari kemudian dia ketahui bahawa jalan pintas itu membawa kepada serangan hendap.

Terdengar Jeritan

Selepas beberapa hari perjalanan lagi, dia dapati rumah tumpangan di tepi jalan, di mana dia boleh berehat. Dia membayar sewa bilik dan setelah mandi dia baring untuk tidur.

Pada malam itu dia terbangun kerana dia mendengar jeritan yang menakutkan. Dia bangun dan pergi ke pintu untuk melihat apa yang berlaku. Ketika dia hendak membuka pintu, dia ingat nasihat yang kedua. Oleh itu dia kembali, baring dan tidur semula.

Esoknya, selepas sarapan, pemilik rumah tumpangan itu bertanya kepadanya sama ada dia tidak mendengar jeritan malam itu. Pemuda itu mengesahkan bahawa dia telah mendengar.

Kemudian tuan rumah itu berkata, “Kamu tidak ingin tahukah apa yang berlaku?” Pemuda itu menjawab, “Tidak.” Tuan rumah itu berkata, “Kamulah tetamu pertama yang meniggalkan rumah ini hidup-hidup. Jiran saya benar-benar giila.

Dia biasanya menjerit pada waktu malam untuk menarik perhatian orang. Apabila tetamu keluar, dia membnuh mereka dan menguburkan myat mereka di belakang rumah.”

Nampak Isterinya Bersama Seorang Lelaki

Pemuda itu meneruskan perjalanannya, tak sabar-sabar sampai lebih awal. Selepas beberapa hari dan malam berjalan, pemuda itu sangat penat, tetapi akhirnya dia nampak rumahnya dari jauh. Waktu itu sudah malam. Ada cahaya dari tingkap dan dia nampak bayang-bayang isterinya.

Tetapi dia lihat isterinya tidak bersendirian. Pemuda itu datang lebih dekat dan melihat ada seorang lelaki bersama isterinya. Dia memutuskan untuk menyerbu dan membnuh mereka berdua tanpa belas kasihan.

Bagaimanapun, dia menarik nafas panjang dan mengingati nasihat yang ketiga. Lalu dia berhenti, dia memutuskan untuk tidur di luar pada malam itu. Dia tidur di semak, memutuskan untuk membuat keputusan esoknya.

Setelah pagi, dia lebih tenang dan dia berkata dalam hati, “Saya tidak akan bnuh isteri saya dan kekasihnya. Saya akan kembali kepada majikan saya untuk meminta dia terima saya semula. Tetapi sepelum saya pergi, saya mau katakan kepada isteri saya bahawa selama ini saya tetap setia kepadanya.”

Dia ke pintu dan mengetuk. Apabila isterinya membuka pintu dan mengenali dia, si isteri menangis dan memeluknya dengan perasaan yang gembira sekali. Suami itu cuba menolak isterinya tetapi tidak berdaya.

Kemudian, dengan linangan air mata dia berkata kepada isterinya, “Saya tetap setia padamu tetapi kamu menghianati aku. Isterinya terkejut, lalu dia menjawab, “Bagaiama saya menghianati kamu? Saya tidak pernah menghianati.

Saya dengan sabat menanti kamu selama dua puluh tahun.” Kemudian si suami bertanya, “Bagaimana dengan lelaki yang kau usap-usapi semalam?” Isterinya menjawab, “Lelaki itu adalah anakmu.

Ketika kamu pergi, saya dapati saya sudah mengandung. Hari ini genaplah umurnya yang kedua puluh tahun.” Setelah mendengarnya, si suami memohon ampun dari isterinya. Dia berjumpa dan memeluk anaknya.

Kemudian dia menceritakan semua yang dia alami selama pemergiannya. Sementara itu, isterinya menyediakan minuman untuk mereka makan besama roti terakhir yang diberikan oleh majikan si suami. Selepas doa kesyukuran, dia mematahkan roti itu.

Di dalam roti itu dia melihat wangnya, semuanya. Bahkan, wang itu lebih daripada gaji yang sepatutnya dia terima bagi kerjanya yang dedikasi selama dua puluh tahun.

Kawan-kawan, begitula umpama Allah mengajar kita. Apabila dia meminta kita buat pengorbanan, dia ingin memberikan kita lebih banyak daripada apa yang kita berikan kepadaNya. Dia mau kita memiliki hikmatNya yang unik dan juga berkat kebendaan.

Anda pasti akan Tahu apa yg sblm ni anda Tak Tahu.Sebab Bukan semua manusia Tahu cuma bodo Dan s0mbong Serta ego yg menbuatkan mereka malu nak mengaku walaupun tak tahu

Sumber : Bila Berbicara

Tak Sangka Rupa – Rupanya Boleh Servis Aircond Sendiri Hanya Guna Remote Sahaja!

Penggunaan penghawa dingin atau aircond pada zaman sekarang sudah boleh dikatakan satu keperluan yang mesti ada untuk lbih keselesaan sama ada untuk kediaman rumah mahupun premis perniagaan.Ditambah pula dengan suhu bumi yang semakin hari semakin meningkat, menguatkan lagi penggunaan aircond dalam kehidupan seharian.

Namun perkara yang kita tidak dapat elakkan adalah julah bil elektrik akan melambung tinggi akibat penggunaan aircond yang sudah pasti menggunakan tenaga elektrik yang banyak bagi menghasilkan udara yang sejuk dalam rumah.Antara cara yang boleh kita lakukan untuk mengurangkkan penggunaan elektrik oleh aircond tersebut adalah dengan melakukan “servis” penyelenggaraan secara berkala.Ini bertujuan supaya penggunaan aircond dapat digunakan secara optimum tanpa perlu menggunkan tenaga elektrik yang lebih akibat aircond yang kotor.

TEKNIK-TEKNIK BERSIHKAN AIRCOND

  1.  Tetapkan mode daripada “Cool” ke mod “Fan”, tetapkan Kelajuan Kipas ke tahap paling tinggi.
  2.  Biarkan ia berjalan selama 15 minit.
  3. Kemudian barulah matikan aircond.

MENGAPA TETAPKAN KE MODE ‘FAN’?

Mengapa tetapkan ke mode “Fan” ??. Tujuan kita tetapkan ke Mode “fan” kerana ia tidak akan mengaktifkan pemampat, dengan itu hanya blower kipas fancoil sahaja berjalan dengan normal (tidak sejuk) & udara bertiup. Ia akan mengeringkn kelembapan dalaman unit aircond anda dan membantu mengurangkan pengumpulan kotoran dan kulat (yang disebabkan oleh debu, kotoran + kelembapan)

PESANAN…

Jangan lupa untuk menetapkan semula ke mode “Cool” apabila anda menggunakannya lagi pada masa yang akan datang.

Sumber: Roller Shutter Johor Bahru Specialist

Khas Buat Suami Isteri. Inilah Cara Berkesan Cara Cukupkan Duit Belanja Setiap Bulan.

Bukan senang nak jadi pasangan yang bijak handle bab ekonomi rumah tangga, tetapi nak tak nak anda patut tahu cara cukupkan duit belanja dengan cara paling berkesan.

Seronok tarik barang waktu membeli barang dapur, sekali tengok bil yang kena bayar, terus rasa menyesal. Ini kes ambil barang ikut kehendak!

Adakah anda pernah sedar, berapa banyak bajet keseluruhan yang dibelanjakan untuk membeli barangan dapur dan barangan runcit? Berbelanja membeli barangan keperluan ini memang tidak dapat dielakkan. Tetapi terdapat beberapa cara untuk menjadikannya anda mampu melakukannya.

Berikut adalah tip menjimatkan perbelanjaan membeli-belah barangan dapur dan barangan runcit untuk berjimat.

1. Setiap kali keluar membeli barang, pastikan perut anda penuh. Ini dapat mengelakkan anda kurang membeli makanan ringan atau barang yang anda tidak perlukan. Cara ini juga dapat memastikan anda beli barangan dapur dan barangan runcit yang memang anda perlukan sahaja.

2. Biasakan membuat senarai barang yang ingin dibeli. Kekal kepada senarai itu terutamanya jika anak-anak ada sama ‘membantu’ dalam membeli-belah.

3. Rancang hidangan atau menu makanan untuk seminggu sebelum anda membeli-belah. Beli barang yang ada dalam hidangan atau menu. Mula merancang makanan untuk tiga atau empat hari jika anda rasakan seminggu itu terlalu lama.

4. Beli barang sekali seminggu sahaja. Ini kerana anda cenderung berbelanja lebih jika anda setiap hari ke kedai atau beberapa kali ke kedai dalam masa seminggu

5. Berbelanjalah di kedai yang biasa anda kunjungi apabila berasa letih, stres atau ketika mahu cepat. Anda sudah pasti akan menjumpai barangan yang diperlukan dengan cepat dan mudah.

Rancang Terlebih Dahulu Barangan Dapur

1. Rancang hidangan atau menu makanan supaya anda ada makanan lebih yang boleh dijadikan bekalan untuk makan tengah hari keesokan harinya. Atau sejuk beku makanan lebih untuk dijadikan hidangan cepat pada hari-hari berikutnya.

2. Buat bekal sendiri. Beli makanan ringan atau salad dalam kuantiti besar. Bungkus dan jadikan bekal yang boleh dijadikan sebagai makanan segera yang mudah dibawa ke mana sahaja.

3. Bersih dan susun peti sejuk dan almari menyimpan makanan sebulan sekali. Guna barang yang anda beli dan masih ada dalam simpanan sebelum anda membeli barang baru. Ini juga dapat mengelakkan anda daripada membeli barang yang sama yang masih ada dalam simpanan.

4. Jika anda menyimpan barang atau makanan, periksa tarikh luput makanan itu bagi mengelakkan anda mengguna atau menyimpan barang atau makanan yang tidak boleh digunakan lagi.

5. Luangkan masa sekali seminggu untuk mencuci dan memotong sayur-sayuran dan buah-buahan. Ini akan mempercepatkan penyediaan makanan. Cara ini juga boleh membantu anda menyediakan snek atau makanan ringan yang mudah dibawa ke sana-sini.

Beli Barang Secara Bajet

1. Jangan beli makanan ringan kerana ia lebih mahal dan kurang menyihatkan.

2. Jadi kreatif dan cuba makanan baru. Anda mungkin bertemu dengan makanan murah yang anda suka.

3. Membeli-belah dengan kalkulator dapat membantu anda mengetahui jumlah wang yang perlu dikeluarkan untuk membeli barang. Jika anda membeli-belah dengan anak-anak, berikan mereka kerja untuk mengira berapa banyak yang dibeli. Cara ini juga dapat membantu anda merancang dalam berbelanja.

4. Beli barangan yang tidak boleh dimakan seperti sabun basuh atau beg sampah di kedai yang menawarkan harga murah.

5. Sentiasa periksa harga barang untuk mengetahui sama ada barang tersebut ada tawaran harga murah atau diskaun. Jika ada kupon, boleh gunakan. Anda juga boleh menggunakan apps membeli-belah yang terdapat dalam telefon pintar anda.

Sumber : Mingguan Wanita via Media Maklumat

5 Amalan Yang Perlu Anda Lakukan Untuk Perolehi Keberkatan Rezeki Tidak Pernah Putus. Jom Amalkan

Belum sampai hujung bulan poket dah kering. Rezeki bagai tak lekat. Stress giler dibuatnya. Kadang tak tahu di mana silapnya sampai duit gaji tidak pernah cukup. Dah puas berjimat, dah belanja ikut bajet tapi ada je tak kena.

Jangan kata nak menyimpan nak bayar bil pun kadang-kadang ramai yang sangkut. Sebelum kita menyalahkan sesiapa dan terus merungut, apa kata kita audit diri. Mesti ada silap kita sehingga rezeki tidak lekat.

Jom amalkan lima perkara ini, lakukan dengan ikhlas dan sentiasa istiqamah. Insya-Allah rezeki tidak akan putus malah semakin bertambah.

  1. Bayar Hutang

Kalau ada hutang dengan orang, lunaskan. Jangan tangguh-tangguh terutama apabila sudah berjanji nak bayar pada tarikh tertentu. Kalau kita mungkir janji, orang yang kita pinjam duit tak gembira. Dia mesti marah dan mungkin ada juga yang menyumpah kita.

Mereka ini dikira orang teraniaya, doa mereka dimakbulkan Allah. Sebab tu kadang-kadang, kita ditimpa musibah. Contohnya, kereta rosak, tayar pancit dan kena saman. Sebab kita tak bayar hutang, duit kita ‘diambil’ dengan cara paksa. Jadi buka mata hati ye, silakan bayar hutang kalau nak hidup senang.

  1. Bagi Duit Pada Mak Ayah

Sikit atau banyak bukan soalnya, bagi duit pada mak dan ayah dengan jumlah yang kita mampu. Beri setiap bulan, mak dan ayah yang menerima pemberian kita sangat gembira dan mereka pasti berdoa kita dimurahkan rezeki.
Buat baik dengan mak ayah, jangan derhaka dan jangan kedekut dengan mereka. Amalkan tip ini mesti rezeki tidak putus kerana mendapat keberkatan.

  1. Sedekah Punca Rezeki Berkat

Satu lagi cara untuk Allah luaskan rezeki apabila kita memberi sedekah. Kita meringankan beban orang dalam kesusahan. Maka Allah akan gandakan rezeki kita dan Allah beri kita kesenangan.

Jangan berkira nak bagi sedekah, boleh bagi pada sesiapa sahaja yang kita mahu. Tapi ingat bagi sedekah kena ikhlas bukannya menunjuk-nunjuk.

  1. Buat Baik Pada Binatang

Binatang pun ada perasaan, jangan kita dera mereka. Tapi layan binatang dengan kasih sayang. Kalau ada kucing lapar, bagi kucing makan. Jika ada binatang yang cedera, bawa ke klinik untuk dirawat.

Jangan zalim dengan binatang, mereka juga makhluk Allah. Apabila kita baik dengan binatang, binatang akan mendoakan kesejahteraan kita. Rezeki kita akan bertambah, yakinlah dengan janji Allah.

  1. Solat Dhuha

Dalam Islam sudah diajar, salah satu amalan untuk murahkan rezeki adalah melakukan solat Dhuha. Buat secara konsisten, yakin dengan Allah. Insya-Allah kita akan sentiasa diberi rahmat daripada Allah.

Buat 2 rakaat atau 4 rakaat, ikut kemampuan kita. Tak rugi pun luangkan masa 10 hingga 15 minit sehari meminta Allah melimpahkan nikmatnya pada kita.

Sumber : PelikDunia.com

Budak Solat Beralaskan Daun Pisang Selepas Bantu Ayahnya Di Kebun Buat Ramai Netizen RESPEK

Solat merupakan tiang agama bagi setiap muslim di dunia.Jika kita jaga solat maka yakinlah Allah menjaga mengatur dan meyusun jalan hidup kita dengan cantik dan tertib.Tiada alasan bagi kita jika tiada ruang solat yang selesa untuk solat atau sibuk menjalankan urusan harian.

Ini dibuktikan dengan tindak tanduk seorang anak kecil di indonesia ini yang solat hanya beralaskan daun pisang di kebun ayahnya.Walaupun sibuk membantu ibu bapanya di kebun namun kewajipan mendirikan solat tetap diutamakan.Sudah pasti didikan dari sorang ayah dan ibunya memberi kesan kepada naka kecil hebat ini bak kata pepatah “melentur buluh biarlah dari rebungnya”

KISAH SEBENAR
Sebuah foto yang dimuat naik seorang pengguna Twitter baru-baru ini menjadi viral di media sosial. Akaun dengan nama @ana_khoz itu telah memuat naik gambar seorang budak lelaki yang sedang mendirikan solat di kebun milik bapanya.

Dalam foto tersebut, kelihatan budak lelaki itu hanya mengenakan sarung untuk menutupi tubuhnya yang tidak mengenakan pakaian. Sementara itu, dia juga dilihat hanya menggunkan daun pisang sebagai alas pengganti sejadah.

“Di tengah kesibukan membantu orang tua, dia tidak lupa akan kewajipannya untuk menjalankan ibadah solat walau hanya dengan beralaskan selembar daun pisang. Subhanallah,” tulis @ana_khoz.

Dalam keterangan foto yang dibuat Ana, menjelaskan bahawa budak lelaki yang berasal dari Tuban, Jawa Timur itu sedang membantu orang tuanya bekerja di kebun. Walaupun tidak memiliki ruang solat yang selesa, tapi budak tetap itu tidak lupa menunaikan solatnya.

MENDAPAT PUJIAN NETIZEN
Salat di Kebun Beralaskan Daun Pisang, Bocah Ini Tuai Pujian

Ketaatan budak lelaki itu dalam menjalankan perintah agamanya telah mendapat banyak pujian dari netizen. Kebanyakan dari mereka terharu dan berharap yang budak lelaki itu dapat menjadi contoh bagi anak-anak yang lain.

“Saya yang non muslim juga merasa kagum dengan beliau, semoga anak-anak kita yang lain dapat mencontohi beliau dalam beribadah,” komentar @N_Kuslan.

“Soleh benar anak ini. Beruntung orang tuanya mempunyai anak yang taat seperti dia,” ujar @IbuPertiwiku.

“Jgn pertikaikan segala kekurangan (tempat ibadah) yg dia lakukan saat solat tpi lihatlah niat hatinya untuk tetap beribadah kepada Tuhannya dalam segala keadaan,” tulis @GunRomli.

“Bererti,orng tuanya sangat luar biasa dlm mendidik anaknya, hingga anaknya merasakan bahawa solat adalah keperluan hidup yg tidak blh ditinggalkn,” kata @ana_khoz.

Bagaimana pula pendapat anda..?

Sumber: khalifahmailonline

Jom Baiki Cara Solat Kita ( 10 Kesilapan Biasa Sering Dilakukan Khas Buat Kaum Wanita )

Artikel di bawah ditulis Saudari Hanan pada tahun 2004 bertajuk ” Adab Solat Seorang Muslimah “. Semoga info ini dapat memberi manfaat kepada muslimah di luar sana.

Baru saja lepas mendengar ceramah Ustazah Hjh Siti Khadijah Din, sebentar tadi. Rasa terlalu bernilai ilmu yg dicurahkan beliau, rugi kalau tak dikongsi bersama. Topik adalah mengenai adab2 solat. Setelah mengikuti kuliah beliau (2 minggu sekali) selama beberapa bulan yg lepas, baru kini timbul kesedaran betapa solat yg saya dirikan terlalu rendah kualitinya. Bagaimana bisa solat berkenaan diterima Allah… umur dah lanjut macam ni pun solat masih di peringkat mediocre, itu pun kalau boleh di kategorikan begitu.

Secara ringkasnya, sebelum memulakan solat, penceramah mencadangkan kita mengambil 2 minit untuk “menyediakan diri ” sebelum menghadap Yg Esa; Dua perkara yg elok dilakukan sebelum berniat utk solat…sewaktu kita berdiri tegak sebelum lafaz niat:

Minit Pertama
Membangkitkan rasa KEHAMBAAN dlm diri kita. Kenangkan kembali dosa2 kita, betapa kerdil dan hinanya kita, seolah2 tak layak untuk diberi peluang menghadap yang Esa. Pendek kata, kutuk diri sendiri dan menyesal lah.

Minit Kedua –
Membangkitkan rasa BERTUHAN. Betapa kita diciptakan oleh yg Esa utk beribadat kepadaNya. Kenangkan betapa bersyukurnya kita dijadikan sbg seorg Islam, mempunyai Tuhan yg begitu menyayangi hamba2Nya yg hina ini lebih daripada seorg ibu menyayangi anaknya.

Setelah dilakukan kedua-dua perkara ni, barulah kita niat solat dan mengangkat takbir. Berniatlah dlm keadaan berdiri tegak, bukan sambil membetul2kan kain sembahyang, telekung dan sebagainya. Fokus. Setelah bertakbir, penceramah menunjukkan pula cara2 solat yg betul, penuh adab dan sopan, sesuai dgn keperibadian kita sebagai wanita dan selayak2nya.

Adab untuk menghadap Tuhan.

1) Mengangkat Takbir – ada 3 cara mengangkat takbir

i. Dgn meletakkan kedua2 ibu jari di bawah cuping telinga

ii. Dgn meletakkan kedua2 jari telunjuk di bawah cuping telinga

iii. Mengangkat kedua2 tangan sehingga ke paras dada (bukan telinga).

Perlu diingatkan, kedua2 lengan hendaklah dirapatkan ke badan. Menurut penceramah, syaitan2 yg berupa kambing hitam gemar bergayut2 dicelah lengan (bawah ketiak) utk mengganggu solat kita, oleh itu sekiranya kedua2 lengan dirapatkan, tiada ruang utk mereka.

2) Qiyyam – cara qiyyam yg betul ialah memposisikan tgn kiri ke atas sikit dari pusat (bukan menutup pusat) sambil ibu jari dihalakan ke atas, seolah2 menyentuh ulu hati. Tangan kanan diletakkan di atas tangan kiri agak2 selesa. Pastikan kedua2 lengan adalah rapat mendekati badan.

3) Rukuk – peralihan dari posisi qiyyam kepada rukuk dilakukan dgn penuh tertib dan sopan. Kedua2 tangan melurut peha dgn perlahan dan berhenti di atas lutut. Pastikan badan kita di dlm posisi sudut tepat (90 darjah). Siku juga dirapatkan ke badan dan sudut tepat.

4) ‘Iktidal – tegakkan badan semasa membaca “Sami Allahuliman hamidah..”; dan mengangkat tangan posisi takbir ketika membaca “…rabbanaa lakal hamdu”

5) Sujud – sujud dari segi istilah ialah “penyerahan diri yang tertinggi”. Tertib sujud ialah dengan meletakkan kedua2 lutut ke lantai, baru diikuti tapak tangan dan seterusnya dahi. Kedua2 tangan dirapatkan di bhgn bawah sedikit dari ibu jari, di mana ada sedikit ruang terbuka di antara kedua2 tangan dan di situlah dahi diletakkan. Jangn sujud terlalu jauh ke hadapan kerana dikhuatiri akan melebihi lebih dari anggota sujud yg 7 iaitu dahi, kedua tapak tangan, kedua lutut and kedua belah kaki (setakat jari shj). Ibu jari kaki dilentur sedikit agar menghala ke kiblat.

6) Duduk Antara 2 Sujud – ada 2 cara :

i. Papan punggung diletakkan di atas kedua2 kaki

ii. Papan punggung lebih diberatkan atas kaki kiri ,dan kaki kanan dilentur agar ibu jari menghadap kiblat.

7) Bangun Selepas Sujud – duduk sebentar sebelum bangun, bukan dlm keadaan bangun menungging. Sekiranya menghadapi kesulitan utk bangun, gunalah tgn kanan utk membantu kita bangun atau kedua2 tangan.

8) Tahiyyat – mengangkat telunjuk pada ketika menyebut “…illallahh. ..”; (semasa membaca “laa ilaa ha ILLALLAH”). Jari telunjuk itu jangan diturunkan sehingga memberi salam.

9) Salam – tidak perlu ditundukkan muka sebelum memberi salam. Menoleh sejauh mungkin sehingga 180 darjah ke belakang kerana malaikat ramai di sekeliling kita. Begitu juga ketika menoleh ke kiri. Tidak salah jika bahu dialihkan
sedikit bagi membolehkan kita menoleh sehingga 180 darjah. Semasa menoleh ke kanan, alihkan sedikit bahu kiri dan sebaliknya.

10) Berdoa Sesudah Solat – seelok2 duduk ialah dgn melapikkan papan punggung dgn kedua2 kaki. Tgn diangkat separas dada dan berdoalah dlm keadaan tunduk sedikit kerana sekiranya kita berdoa dgn tgn yg tinggi dan mendongak ke langit, itu melambangkan sifat bongkak. Ingatlah, kita sedang menghadap yg Esa.

Seterusnya sebelum selesai ceramah, Ustazah sempat mengingatkan para hadirin bahawa kain yg digunakan untuk solat juga perlu menepati ciri2 yg tertentu. Antaranya:-

1) Tidak jarang.

Rata2 kain telekung masa kini adalah jarang. Sekiranya kita memakai kain yg jarang dan dapat dilihat tengkuk dan warna kulit, maka solat kita tidak sah. Seelok2nya carilah kain telekung yg tidak jarang (antara caranya ialah dgn menggunakan lapis kain ataupun, pakailah anak telekung atau tudung labuh di dalam dan pastikan sewaktu di rumah, apabila kita solat cuma dgn berbaju sleeveless di dlm telekung, pastikan bahu dan tangan tidak kelihatan warna kulit jika diamati dari luar telekung.

2) Kadang-Kadang Sewaktu Musafir,

Ada muslimah yg malas membawa kain solat, sekadar membawa telekung sahaja (tak payah org lain, saya pun begini). Apabila tiba waktu solat, cuma kain di badan sahaja digunakan dan bagi menutupi kaki, kita memakai stokin. Cara ini memang tidak salah, tapi pastikan stokin yg dipakai tidak jarang.

Ingatlah sewaktu kita sujud, kain stokin itu akan menegang (stretch) dan manalah tahu, terdedah aurat kita ketika itu lalu tidak sahlah solat. Sebaik2nya pakai stokin yg tebal (Ustazah mencadangkan stokin yg lazim dipakai ketika bersukan) ataupun jika tiada, pakai 2 lapis.

3) Ada Kain Telekung Yang Indah Bersulam Dan Berkerawang,

Ada yg berlubang2 sehingga di belakang telekung. Adakalanya, bagi mereka yg rambut panjang, jika tidak ditutup betul2 dgn serkup/anak telekung, rambut2 ini akan terkeluar2 di celah2 kerawang telekung. Oleh itu, berhati2lah.

Sama2lah kita berusaha memperbaiki solat kita kerana ia adalah tiang agama. Pertama sekali yg akan dihisab di akhirat kelak ialah solat kita. Solat yg baik akan melahirkan peribadi yg baik. Saya akui, terasa agak berat.

Pengalaman saya, oleh kerana telekung saya agak jarang, saya kini memakai tudung labuh di dlm telekung setiap kali solat sambil berazam utk membeli telekung yg lebih baik kualitinya. Walaupun kadang2 terasa panas ketika solat saya gagahkan juga. Yang penting, saya mencuba seboleh2nya untuk mendapatkan solat yg diterima Allah, walaupun dari segi khusyuk solat, saya masih merangkak. Yg penting, kita kena ingat,

inilah sebahagian persediaan kita utk akhirat, jadi biarlah berbaloi. Jangan pula nanti kita dihisab pula kerana solat yg tak sempurna. Biar susah sekarang, jgn susah di Alam Baqa’.

Sekian saja yg dapat saya kongsi bersama. Sekira2 ada salah dan silap, harap dimaafkan. Segala yg baik itu datang dari Allah s.w.t. dan yg buruk itu dari saya.

Wassalam.

Sumber – Portal Komuniti MuslimahHanan.com.my

Allah Akan Bagi Kita Jodoh Yang Kita ‘Perlu’ Dan Bukannya Yang Kau ‘Mahu’.

Mungkin ada dalam kalangan kita yang berazam untuk mendirikan rumah tangga pada tahun ini ataupun tahun hadapan?

Namun jodoh yang dinanti masih belum kunjung tiba?

Anda boleh baca ni sebagai panduan dalam proses mencari pasangan.

Kita takkan tahu mana satu pilihan yang terbaik. Yang kita tahu ialah, kita yakin dengan pilihan kita. Allah lebih mengetahui. Allah akan bagi kau seseorang yang kau perlu dan bukannya yang kau mahu.

1. Proses Taaruf

Proses taaruf merupakan salah satu cara untuk kau tahu adakah dia pilihan yang terbaik.

Dalam proses berkenalan, kau akan mula nampak kelemahan dan kelebihan masing-masing. Antara calon yang terbaik ialah apabila dia sudi menerima kau seadanya. Kau pun mestilah membuat perkara yang sama kepada dia.

Kau janganlah nak taaruf dalam bilik berdua-duaan pula. Taaruf tengah malam dekat taman bunga. Tu lain jadinya.

2. Agama

Dalam Islam, proses pencarian dengan empat faktor iaitu agama, harta, paras rupa dan keturunan. Pilihlah yang beragama maka kau akan selamat dunia akhirat. Tak semestinya dia ustaz ataupun ustazah. Cukuplah dia tak tinggal solat, tak ambil kesempatan ke atas kau, tahu hukum agama dan tahu batas pergaulan.

3. Cari Keserasian

Kau cari lah keserasian dengan dia. Serasi boleh dikatakan kau senang dengan dia. Kau nak buat apa pun tak dikongkong oleh dia selagi tidak melanggar hukum agama. Tak semestinya kau suka pergi hiking, tetapi dia tak suka, maksudnya tak serasi. Yang penting dia sentiasa sokong hobi kau.

Persamaan itu saling mendekatkan dan perbezaan itu pula saling melengkapi.

4. Selidik Latar Belakang

Antaranya kau boleh tanya tentang latar belakang keluarganya, pendidikannya, ciri-ciri pasangan yang dicarinya. Kau tanya apa yang dia suka dan tak suka.

5. Perancangan Masa Depan

Kau boleh tanya apa matlamat masa depannya dalam keluarga nanti, juga perancangan kerjaya. Kau juga boleh tanya impian yang hendak dikecapi dalam hidup.

6. Bertimbang Rasa

Si dia ada sifat bertimbang rasa dan boleh bertolak ansur. Bukannya asyik dia saja nak menang. Nak suruh kau dengar cakap dia saja.

7. Jadi Diri Sendiri

Kau jadi diri kau sendiri lah. Tak perlu kau pinjam baju berjenama kawan kau, pinjam kereta Audi kawan kau untuk pikat si dia. Elakkan berlakon, bersandiwara, sembunyikan perkara yang dia patut tahu, sebab nanti akan diketahui juga.

Apabila dah selesai melalui proses semua tu, jangan lupa beristikharah dan berdoa memohon petunjuk daripada Ilahi. Adakah dia jodoh yang terbaik.

*** (Istikharah bukan soal untuk mendapatkan yang terbaik sahaja, tetapi untuk mendapatkan yang diredhai dan diberkati oleh-Nya.)

Dalam rumah tangga nanti, mesti akan ada salah faham. Jadi, kau kena pandai atasi masalah tu. Bawa la berbincang. Bukannya berdiam tanpa mencari jalan penyelesaian.

Yang penting, jangan terlalu harapkan dia, jangan letak harapan yang tinggi masa proses berkenalan supaya tak timbul kekecewaan jika si dia bukan jodoh kau nanti. Niatkan hati, ini ialah proses mencari isteri/suami, bukannya mencari malaikat. Nak cari yang paling sempurna susah la. Jangan membawa harapan yang terlalu tinggi.

Kau kalau nak ajak si dia berkenalan kau kata je “Awak, nak ke kita berkawan dulu. Kenal hati budi masing-masing. Tapi, kalau masa tu awak dah ada orang lain, saya akan mengundurkan diri.” Simple.

Semoga Allah permudahkan urusan jodoh dan proses mencari pasangan korang nanti. Amin. Banyakkan berdoa dan solat hajat ye.

“Jika seorang lelaki berkenan dengan mana-mana wanita yang dia suka maka nekadlah untuk melamarnya sebagai isteri. Nekad itu berkat. Tak perlu takut untuk ditolak, asalkan berani untuk mencuba. Selebihnya serah pada Allah..” – Tuan Guru Syeikh Muhammad Nuruddin Marbu Al-Banjari Al-Makki

Sumber : Amir Syahir

Ya Allah Tolong Saya, Duit Tinggal Seringgit Je, Saya Genggam Dengan Kemas, Nak Beli Minuman Pun Tak Lepas

Allah tolong saya. Duit seringgit di telapak tangan, saya genggam kemas. Untuk membeli minuman pun belum tentu lepas. Kebetulan malam itu saya sangat-sangat lapar. Lalu tanpa hala tuju yang jelas, saya singgah sebentar di sebuah surau berdekatan rumah sewa untuk menunaikan solat isyak.

Tahun itu 1998, ketika saya masih lagi bujang.“Apalah yang boleh dibuat dengan duit ini…?” kata hati, sambil tangan terus memasukkan wang itu tadi ke tabung surau. Ya, lebih baik bersedekah dan belajarlah bersabar menahan sengsara.

Cuba-cubalah selami, orang yang tak punya harta, kata naluri kecil. Bayangkanlah perasaan bila menatap wajah si kecil yang sentiasa menanti kepulangan ayah bonda dengan buah tangan, aneka kuih, lauk pauk atau alas perut yang sebenarnya tidak pernah kunjung tiba dan hanya mimpi semata-mata.

Teringat sebuah rancangan televisyen, ketika wartawan menemubual seorang kanak-kanak lelaki berusia 10 tahun, daripada keluarga susah dan daif. “Jika ada duit, adik nak makan apa?” tanya wartawan wanita itu tentang hasrat dan cita-cita sikecil itu jika punya cukup belanja.

“Roti canai…” jawab kanak-kanak ini tersekat-sekat dengan wajah yang menunduk malu. Pilu rasanya, bayangkan makanan bernilai tujuh puloh sen ketika itu pun tidak mampu dibeli. Biarlah malam ini saya merasa pula.

Selesai solat, saya kembali ke rumah sewa, tempat tinggal bersama tujuh rakan yang lain, yang masing-masingnya tidak ada di rumah. Tidur untuk menahan lapar. Saya pun melabuhkan tubuh di atas lantai ruang tamu, sambil cuba memejamkan mata. Tidur, jalan terbaik menahan lapar kata hati lagi. Hati memujuk diri sambil sesekali berdoa, agar hari esok akan lebih baik daripada hari ini.

Moga ujian ini tidak berpanjangan dan penghapusan dosa dan kesalahan saya selama ini.Tiba-tiba selang beberapa minit, pintu rumah diketuk bertubi-tubi. “Nah, kami teringat kat Azamin, saja beli nasi goreng lebih,” kata jiran, sepasang suami isteri beranak dua kepada saya sambil menghulurkan bungkusan makanan itu.

Setelah rapat menutup pintu, air mata saya tumpah. Terharu yang amat. Rasa kerdilnya diri. Bagaimana Allah telah menyelamatkan saya malam itu…hanya kerana secebis doa dan sedekah yang secubit cuma.Benarlah kata orang dan ahli agama, bersedekahlah, nescaya dirimu diganjar Allah. Jika tidak di dunia, akhirat kelak, saham kita akan bercambah-cambah.

Itu kejadian pertama, lalu muncul pula kisah kedua, antara peristiwa aneh daripada pengalaman hidup saya yang cukup sulit, perit dan sakit. Keperitan dilalui sehingga pernah saya bekerja mencuci kereta, menjadi pelayan di kedai makan, mencuci kasut orang, mengutip hutang seperti ‘Ah Long’, menjadi pengawal keselamatan dan ‘house-keeping’ di resort dan aneka kerja untuk meneruskan kehidupan di ibukota.

Pernah dua hari, saya sekadar meneguk air sejuk semata-mata lantaran tiada wang untuk menjamu selera. Ada juga kalangan kawan-kawan yang menawarkan ‘kerja’, namun saya tolak kerana menjadi ‘pusher’ dan jual paket-paket ganja, jadi ‘bouncer’ di kelab malam dan upah ‘menarik’ kereta mewah adalah kerja-kerja yang mengundang padah.

Saya rela berlapar daripada menempah bahaya dan memalukan ayah bonda. Saya yakin, jika kita mengelak, Allah akan pasti membantu kita. Seperti kisah, ketika saya bekerja di sebuah syarikat saham di Jalan Raja Chulan, Kuala Lumpur. Pendapatan saya dikira agak boleh tahan jika dicampur dengan kerja lebih masa sehingga subuh hari.

‘Tak boleh sembahyang Jumaat!’. Saya bekerja di bahagian ‘script processing’ dan ‘data entry’. Masa itu, masih wujud sijil-sijil saham jenis kepingan kertas yang perlu dikira satu persatu sehingga mencecah ribuan setiap hari. Suatu hari, ketika saya pulang ke pejabat selepas mengerjakan solat Jumaat kira-kira jam 2.45 petang, seorang pegawai muda menengking saya dengan tidak semena-mena. “Kenapa baru balik? Pergi mana?” jerkahnya.

“Sembahyang. Hari inikan Jumaat,” saya jelaskan dengan santun. “Sembahyang banyak lama ka? Kawan-kawan awak pun tak sembahyang, lain kali tak payah pergi sembahyang!”katanya tidak puas hati. Ya, salah kawan-kawan saya juga yang sebilangannya jika hari Jumaat akan ‘solat’ di Pertama Kompleks, Bukit Bintang dan mana-mana tempat mereka lazim ‘bersidai’.

“Apa?!! Tak payah sembahyang? Tak pa, sekarang juga saya berhenti!!!” kata saya melawan sambil meninggalkan pegawai itu terkebil-kebil sendiri. Kejadian itu disaksikan oleh ramai rakan-rakan saya, yang juga tidak sembahayang. Pada saya, rezeki milik Allah, dan bekerja mestilah diredhai oleh-Nya. Alhamdullilah, saya menganggur hanya seminggu sahaja, apabila seorang “Remiser” mengambil saya berkerja sebagai “Asistant” di syarikat yang sama.

Saya berurusan dengan mamat pegawai ini dalam suasana yang berbeza – bukan di bawah telunjukknya lagi. Kembali kepada kisah ajaib yang berlaku kepada saya.Tetapi, bagi Tuhan yang Maha Kuasa ianya, tidak mustahil boleh berlaku kepada sesiapa yang Dia mahu. Yang pasti, pintalah. Suatu malam, saya sudah tenggelam punca. Maklumlah wang saya sudah habis.

Bukan sebab berfoya-foya, membeli itu ini sesuka rasa tetapi gaji yang diterima cukup-cukup makan saja. Lebih parah, esok untuk ke tempat kerja, tambang bas pun tidak ada. Untuk meminjam, saya sudah tidak sanggup menebalkan muka. Saya hamparkan sejadah, solat sunat dua rakaat. Inilah antara pesan yang ditinggalkan oleh ibu yang tercinta dan arwah guru saya.

“Jika kau susah sangat, solatlah dua rakaat dan pintalah pada Allah apa yang dihajat,” ingat mereka kepada saya. Teresak-esak saya menangis. Tak tahu nak dikatakan apa lagi. Malu pada Tuhan yang amat. Ada kala saya tidak mensyukuri nikmat. Saya tidak tahu kemana lagi hendak dituju. Untuk bergantung kepada manusia, saya sudah tidak mampu.

Aib dan cukup-cukup malu! Bak kata seorang sahabat Nabi tentang kemiskinan yang dilaluinya. “Jikalau aku diam, aku akan lapar, jika aku bersuara untuk berhutang, aku menambahkan malu di muka.” Ya, begitulah juga dengan saya…hanya pada Allah saya berharap. Seusai bermunajat, ambil sebuah Quran kecil milik saya untuk membasahkan lidah dengan surah-surah kalimah Allah buat menenang jiwa yang resah.

Tatkala membuka helaian demi helaian Quran itu, tiba-tiba terselit sekeping wang lima puluh di situ. Berjurai air mata saya, lantaran kesyukuran kerana Allah membantu saya dengan cara yang tidak disangka-sangka. Ini bukan kisah rekaan, malah saya percaya Allah juga pernah dan telah membantu manusia-manusia di luar sana hatta pembaca dengan jalan penyelesaian yang tidak diduga.

Ada dengan cara fitrah manusia, ada dengan cara logik akal, ada yang lambat, ada yang cepat dan ada yang tidak dijangka-dijangka dan mustahil diterima waras manusia. itulah Allah, yang amat menyayangi hamba-Nya. Yakinilah bantuan Allah SWT, sangka baiklah dengan Allah SWT, nescaya Allah SWT bersama hamba-Nya yang bersangka baik dan taat pada-Nya.

Seperti sebuah hadis Qudsi ertinya: Allah menyebut: “Aku berada di atas sangkaan hamba-hambaKu.” Isteri menangis, anak tersenyum sehingga lena

Sekitar tahun 2002, Allah juga pernah ‘menyelamatkan’ saya pada suatu malam ketika benar-benar kesempitan wang.

Malam itu, susu anak sulung saya habis. Berdebar jantung lantaran, hanya kepingan-kepingan syiling saja yang tinggal. Saya dan isteri juga, tidak menjamah walau secebis makanan. Tiba saat yang cukup perit dan payah untuk dihadapi tatkala, si comel saya merapati ibunya, minta dibuatkan susu.

Ketika itu isteri saya sudah tidak sanggup melihat keadaan itu. Saya dengan hati yang luluh, lantas mencapai botol susu lalu menuangkan air suam ke dalamnya.Anak sulung saya, berkerut kehairanan kerana botol susu itu tidak berwarna, tetapi berkaca sama seperti air mata ayah dan ibunya.Namun tanpa banyak rengekkan, dia capai lalu menghisap botol tersebut.

Beberapa saat kemudian, dia berhenti lantas memandang saya. Bimbang benar jika dia menjerit dan menangis malam itu kerana tidak dapat meminum susu. Alangkah aibnya saya, jika jiran semua tahu letak duduknya keadaan saya, sehingga anak menjerit kelaparan. Isteri saya juga panik, dan pucat kesi wajahnya menantikan reaksi si sulung seterusnya.

Saya bersabar menunggu detik itu. Sambil memegang botol susu, anak sulung saya merenung wajah kami berdua seraya berkata,” Mmm…sedap..” Dan dia mengukirkan senyuman paling manis di wajahnya dan sudah cukup untuk ‘mencarik-carikkan’ nurani saya.

Aduhai, sebak terasa di dada. Isteri saya sudah tdak dapat menahan sedih, menangis semahu-mahunya. Si sulung kembali menyusu air suam sehinggalah terlena. Adakala hidup ini dilalui dengan pelbagai himpitan, masalah, ujian namun kita tidak keseorangan dalam menghadapinya.

Allah itu kan ada, mendengar rintihan kita. “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah khabar gembira kepada orang yang sabar. (iaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “innalillahi wa inna ilaihi raji’un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).” (Al-Baqarah: 155-156).

Sumber : Celoteh Cahaya Nurish

Rezeki Sentiasa Melimpah Ruah Tapi Belum Pernah Sujud Syukur ? Ini Cara Melaksanakannya

Soalan

Assalamualaikum SS Dato’ Seri. Saya lihat ramai pemain bola melakukan sujud syukur tatkala menjaringkan gol atau meraih kemenangan dalam perlawanan bola. Ini termasuk di dalam dan luar negara seperti Mohamad Solah, pemain Liverpool yang terkenal. Adakah sujud syukur perlu kepada wudhu’ dan bagaimana kaifiatnya?

Jawapan

Alhamdulillah, pujian dan syukur kepada Ilahi dengan pelbagai kurniaan dan anugerah yang tidak terhitung buat kita semua. Selawat dan salam ke atas Nabi SAW, keluarga, sahabat dan yang mengikut jejak langkahnya hingga hari kesudahan.

Syukur merupakan pengiktirafan terhadap kurniaan Tuhan dengan memujinya. Hakikatnya menzahirkan atas kesan nikmat pada lidah, hati dan anggota badan di mana lidah memuji, hati mengiktiraf dan anggota badan melakukan mengikut apa yang diredhai-Nya. (Lihat Madarij al-Salikin, 2/244)

Syukur pada istilah ialah seorang hamba menggunakan semua nikmat kurniaan Allah kepadanya untuk mentaati-Nya. (Lihat Hasyiah al-Syabramalisi, 1/22)

Sedangkan takrif sujud syukur sebagai sujud yang dilakukan oleh seseorang ketika mendapat nikmat atau tertolak bala. (Lihat Syarh al-Minhaj dan Hasyiah al-Qalyubi, 1/208)

Ulama khilaf berkenaan dengan sujud syukur:

  • Ia tidak disyariatkan. Inilah pendapat Abu Hanifah, Malik dalam satu pendapat yang masyhur dan al-Nakha’ie mengikut yang dinyatakan oleh Ibn al-Munzir.
  • Ia disyariatkan dan hukumnya sunat. Inilah pendapat Imam Syafi’e, Ahmad, Ishaq, Abu Thaur, Ibn al-Munzir, Abu Yusuf, Muhammad Ibn Habib daripada mazhab Maliki dan Ibn Qassar menisbahkan kepada Imam Malik bahkan ditashihkan oleh al-Banani.
    Antara hujahnya:

Daripada Abi Bakrah R.A berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ بُشِّرَ بِهِ ، خَرَّ سَاجِدًا ، شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Maksudnya: “Bahawa sesungguhnya Nabi SAW apabila datang kepadanya sesuatu yang menggembirakan atau khabar gembira, beliau lantas sujud untuk berterima kasih kepada Allah SWT.”

Riwayat Ibn Majah (1394)

Dalam riwayat lain, daripada Abi Bakrah R.A juga, beliau berkata:
اَنَّ النَّبِىَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ اِذَا جَاءَهُ خَبَرٌ يَسُرُّهُ خَرَّ سَاجِدًا ِللهِ

Maksudnya: “Bahawa sesungguhnya apabila datang kepada Nabi SAW sesuatu yang baik yang menggembirakan, beliau langsung sujud kerana berterima kasih kepada Allah SWT.”

Sunan Abi Dawud (2774)

Berdasarkan dalam sejarah Islam, kita dapati ramai tokoh yang sujud syukur. Antaranya:

  • Saidina Abu Bakar al-Siddiq R.A sujud syukur apabila dapat membuka kota Yamamah dan mendengar perkhabaran Musailamah al-Kazzab dibunuh.
  • Saidina Ali R.A ketika mendapati terbunuhnya Za Thadiyah daripada kalangan Khawarij, telah melakukan sujud syukur.
    Syarat Sujud Syukur

Syarat sujud syukur menurut mazhab Syafi’i sama dengan solat dan sujud tilawah, iaitu:

  • Suci dari hadas kecil dan besar
  • Pakaian dan tempat yang dipakai sujud hendaklah suci.
  • Menutup aurat, menghadap kiblat, niat melaksanakan sujud syukur.
  • Masuknya waktu sujud iaitu segera setelah waktu terjadinya nikmat atau terhindarnya musibah.

Berdasarkan syarat ini, jika seseorang bukan dalam keadaan suci, dia tidak perlu sujud syukur sepertimana yang dinyatakan oleh al-Syarqawi. Walaupun begitu, di sisi sebahagian Malikiyah, adalah harus tanpa wudhu’.

Al-Khattab berkata, rahsia makna yang membawa kepada sujud syukur akan hilang jika kita ta’khirkan sujud syukur sehingga kita bersuci. (Lihat al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah, 24/248)

Hal ini sama seperti pendapat Imam Syaukani yang berkata: “Dalam Sujud Syukur tidak terdapat sebuah hadis pun yang menjelaskan bahawa untuk melakukannya disyaratkan berwuduk, suci pakaian atau tempat sujudnya.”

Cara Sujud Syukur

Sujud syukur sama dengan sujud solat atau sujud tilawah dengan sedikit perbezaan. Berikut merupakan cara sujud syukur menurut mazhab Syafi’e:

  • Mengadap kiblat.
  • Niat sujud syukur (dalam hati): “Saya niat sujud syukur sunat kerana Allah” (نويت سجود الشكر سنة لله تعالى)
  • Takbir dan mengangkat kedua tangan untuk melaksanakan sujud seperti hendak takbiratul ihram.
  • Sujud tanpa mengangkat tangan ketika turun hendak sujud
  • Sujud hanya satu kali dan sunat membaca “سبحان ربي الأعلى” tiga kali dan membaca doa berikut [سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ ، وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ ، بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ]
  • Mengangkat kepala dari sujud dengan takbir.
  • Duduk tanpa membaca tahiyat (tasyahud) dan
  • Diakhiri dengan mengucapkan salam. (Lihat al-Majmu’ oleh Imam al-Nawawi, 4/68)

Sebagai peringatan, ulama’ Syafi’e dan Hanbali berpendapat, tidak harus sujud syukur ketika dalam solat kerana sebabnya luar daripada solat. Jika ia sujud syukur ketika solat, nescaya batal solatnya. Mereka berpendapat: Kecuali seseorang itu jahil atau terlupa, maka tidak batal solatnya. (Lihat al-Majmu’, 4/68; Raudhah al-Talibin, 1/325 dan Nihayah al-Muhtaj, 2/97)

Menjawab persoalan di atas, sememangnya dalam Mazhab Syafi’e, syarat dan cara sujud syukur seperti yang dinyatakan. Tetapi dalam kes yang disebut, saya melihat sebagai satu gambaran kegembiraan pemain Islam yang sedikit sebanyak boleh memberi kesan dalam bentuk dakwah untuk menzahirkan kesyukuran dan mengingatkan kepada Allah. Atas asas ini, taqlid kepada mazhab yang lain seperti mazhab Malik pada satu qaul dan juga pendapat Imam Syaukani boleh diterima pakai.

Semoga Allah memberi kefahaman kepada kita berkenaan dengan agama kita untuk kita laksanakan dengan sebaiknya. Amin.

Sumber: muftiwp

Inilah Cara ‘Sujud Sahwi’ Yang Betul Bila Terlupa Rakaat Dan Doa Qunut. Jom Baca, Tambah Ilmu

“Rasanya aku lupalah nak baca doa qunut tadi. Apa patut buat aku buat ya?”

Kita sebagai hamba Allah yang lemah memiliki banyak kekurangan. Kita tak akan terlepas dari sifat lupa atau leka walaupun ketika beribadah kepadaNya. Sujud sahwi adalah cara untuk menutup kekurangan dalam solat fardhu.

HUKUM SUJUD SAHWI

Sahwi bererti lupa. Menurut Imam merangkap Penolong Pengarah Pembinaan Sakhsiah Masjid Negara, Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM), Mohd Zuhairee Mohd Yatim, sesuai dengan namanya, sujud sahwi ini dilakukan adalah untuk menampung beberapa jenis kesalahan yang dibuat ketika solat akibat lalai atau terlupa.

Antara kesalahannya adalah terlupa melakukan salah satu sunat ab’adh, iaitu tahiyat awal dan doa qunut.

Hal ini adalah berdasarkan hadis daripada al-Mughirah bahawa Rasulullah SAW bersabda:

“Apabila salah seorang kamu berdiri sesudah dua rakaat tetapi ia belum sampai sempurna berdiri, maka hendaklah ia duduk kembali (untuk tasyahud pertama) tetapi jika ia sudah berdiri dengan sempurna, maka jangan ia duduk kembali dan hendaklah ia sujud dua kali (Sujud Sahwi)”. (Riwayat Ahmad)

Selain itu, ia juga dianjurkan sekiranya kita berasa ragu-ragu terhadap bilangan rakaat.

Dari Abu Sa’id al-Khudri RA, di mana Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِـيْ صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى؟ ثَلاَثًا أَوْ أَرْبَعًـا؟ فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَـا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ. فَإِنْ كَـانَ صَلَّى خَمْسًا شَفِعْنَ لَهُ صَلاَتُهُ، وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا ِلأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيْمًا لِلشَّيْطَانِ.

“Jika salah seorang di antara kamu ragu dalam solatnya sehingga dia tidak tahu berapa rakaat yang telah dia lakukan, tiga rakaat atau empat rakaat. Maka hendaklah ia tepis keraguan itu dan ikutilah yang dia yakini. Setelah itu, hendaklah dia sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia mengerjakan lima rakaat, maka dia telah melengkapkan solatnya. Namun, jika dia mengerjakan empat rakaat, maka dua sujud tadi adalah penghinaan bagi syaitan.” (Hadis Riwayat Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i RA)

Sujud sahwi hukumnya adalah sunat. Ini bermakna, tidaklah batal solat seseorang jika tidak dilakukan.

CARA SUJUD SAHWI YANG LENGKAP

Walaupun hukumnya sunat, eloklah kita melakukannya apabila perlu. Ini kerana, cara sujud sahwi sebenarnya amat mudah, iaitu seperti berikut:

1. NIAT

Sujud sahwi perlu diniat terlebih dahulu pada penghujung rakaat terakhir. Sesudah tahiyat akhir, sebelum memberi salam, takbir dan sujud dengan lafaz sujud sahwi.

*Menurut kuliah Ustaz Don Daniyal, jika kita sudah berniat mahu melakukan sujud sahwi, duduk tahiyat akhir seeloknya dalam keadaan duduk antara dua sujud.

2. SUJUD

Lafaz ini dibacakan 3 kali dalam sujud sahwi:

سُبْحَانَ مَنْ لاَ يَنَامُ وَلاَيَسْهُوْ

Subhana Man Laa Yanaamu Walaa YasHuu

Maksudnya: Maha suci Allah, zat yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa

3. DUDUK ANTARA DUA SUJUD

Selepas membaca lafaz tersebut, bangun daripada sujud dan duduk dalam posisi di antara dua sujud, sama seperti yang biasa kita lakukan dalam solat. Bacaan juga sama seperti duduk antara dua sujud.

4. SUJUD SEKALI LAGI

Sesudah itu duduk kembali pada posisi duduk di antara dua sujud dan lakukan sujud sahwi sekali lagi. Kemudian duduk dalam keadaan tahiyat akhir dan beri salam seperti biasa (tak perlu mengulang bacaan tahiyat akhir sekali lagi).

BAGAIMANA KALAU TERTINGGAL PERBUATAN YANG TERMASUK DALAM RUKUN SOLAT?

Setakat ini, kita dijelaskan bahawa kita digalakkan melakukan sujud sahwi apabila kita terlupa sesuatu perbuatan sunat ab’adh, iaitu doa qunut atau tahiyat awal yang tidak termasuk dalam 13 rukun solat.

Jadi, apakah yang sepatutnya kita lakukan jika kita terlupa melakukan perkara yang termasuk dalam rukun (contohnya membaca al-fatihah atau rukuk)?

Menurut kuliah ini, kita tidak boleh menggantikan perkara yang tertinggal tadi dengan sujud sahwi semata-mata. Contohnya, kita terlupa membaca al-fatihah pada rakaat ketiga dalam solat maghrib.

Maka, kita perlu membaca al-fatihah yang tertinggal tadi dengan cara mengulang rakaat ketiga secara keseluruhannya (kerana rakaat ketiga tadi tidak dikira sempurna). Sebelum mengakhiri solat, barulah kita melakukan sujud sahwi.

HIKMAH SUJUD SAHWI

Sujud sahwi sangat dituntut untuk membaiki solat kita yang cela. Allah yang Maha Penyayang masih boleh menerima ibadah kita walaupun ada cacat celanya.

Segala amalan yang dituntut dalam Islam pasti ada hikmahnya. Dalam perihal sujud sahwi, kita sebagai hamba banyak kekurangannya.

Maka, Rasulullah SAW mengajar kita cara sujud sahwi sebagai salah satu cara menutup kekurangan kita.

Kita sebagai hamba perlu segera memohon keampunan kepada Allah jika khilaf. Hanya kepada Allah tempat kita bersujud dan memohon keampunan atas kealpaan kita.

Semoga amal ibadat kita diterima oleh Allah.

Jika anda suka dengan kisah ini. Sila berikan sokongan dengan KONGSI bersama rakan anda supaya kami dapat terus berusaha menyediakan kandungan berkualiti buat tatapan komuniti semua. Ribuan Terima Kasih.

Sumber : Sirap Limau via Etak Salai