Lelaki Ini “Mengasuh 80 Orang Anak Selama 30 Tahun”. Namun, Semuanya Mungkin Akan Meninggal Dunia. Ketika Beranikan Diri Untuk Melihat Ke Dalam Rumahnya, Air Mata Mengalir Laju.

Seorang imigran Muslim berusia 63 tahun dengan tulus telah merawat anak-anak yang sakit parahh di Amerika Syarikat sejak puluhan tahun yang lalu. Mohamed Bzeek, lelaki kelahiran Libya yang kini tinggal di California. Dia telah menghabiskan waktu merawat anak-anak yang telantar atau sakit parahh sejak 1989. Bzeek pindah ke California dari Libya pada 1978 sebagai seorang mahasiswa. Pada 1987, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Dawn, yang akhirnya ia menikahinya.

Begini ceritanya.. Dahulunya Mohamed telah setia(lama) merawat anak kandungnya sendiri yang juga dikhabarkan mengidap penyakit parahh. Mohamed menghabiskan waktu 20 tahun untuk mendampingi dan merawat anaknya itu dengan penuh kasih sayang. Bahkan di saat isterinya juga pergi meninggallkan dunia ini, ia pun harus merawat anaknya yang sakit itu bersendirian.

Pada tahun 1987, Mohammed Bzeek pindah ke Amerika Serikat dari Libya. 10 tahun kemudian, ia bersama isterinya, Dawn mulai membangun sebuah rumah singgah bagi anak angkat mereka di Los Angeles. Lebih khusus lagi, rumah bagi anak-anak yang mengidap penyakit parahh

Tindakannya yang menerima dan sanggup menjaga mereka yang sakit merupakan satu tindakan yang mulia. Awal menjaga anak-anak yang sakit ini, 10 dari mereka meninggall dalam masa perawatannya. Sejak kematlan isterinya tahun 2014, Bzeek sekarang menjaga rumah singgah tersebut seorang diri.

Lebih tepatnya idea untuk merintis rumah singgah bagi anak-anak angkat mereka yang mengidap penyakit parahh itu merupakan idea dari isterinya. Terinspirasi dari isterinya yang berhati mulia menolong dan merawat anak-anak ini dengan tulus, akhirnya Mohamed pun memutuskan untuk melanjutkan aktiviti sosial tersebut.

Mohamed pernah menuturkan bahawa apa yang dilakukannya ini semata hanya untuk memberikan rasa aman kepada anak-anak tersebut, menemani mereka saat melewati masa-masa sukar ketika hidup mereka. Sampai saat ini Bzeek sudah merawat 40 anak sakit di ambang kematlan. 10 Di antaranya telah dia kuburrkan. Perawatan dan pengawasan selama 24 jam dilakukannya sendiri. Ada di antara mereka yang terlalu lemah dan lumpuh. Ada pula yang buta dan tak bisa mendengar sekaligus.

Ketika ditanya kenapa dia bersedia melakukan hal seperti itu, dia hanya menjawab,”Meskipun anak-anak ini tidak dapat berkomunikasi atau melihat atau mendengar, mereka memiliki jiwa. Mereka perlu seseorang untuk mencintai mereka.”

“Saya tahu mereka sakit. Saya tahu mereka akan meninggall. Saya melakukan hal terbaik yang saya sebagai seorang manusia dan menyerahkan selebihnya kepada Tuhan,” tutur Mohamed Bzeek, 62 ketika ditanya mengenai anak-anak di bawah asuhannya.

Mohamed menjaga anak-anak ini seperti dirinya sendiri. “Kuncinya adalah Anda perlu menyayanginya seperti anak sendiri, saya tau mereka merasa kesakitan dan saya juga tau jelas bahwa mereka akan meninggall dunia suatu hari nanti. Namun sebagai manusia, saya telah melakukan yang terbaik yang dapat saya lakukan dan selebihnya saya hanya berserah kepada Tuhan,” begitu kata-kata dari Mohamed.

Apa yang dilakukan keluarga Bzeek ini benar-benar telah menginspirasi banyak orang, dari kisah hidup Bzeek, kita diingatkan kembali untuk “tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri saja, tapi cubalah pandang keluar, masih banyak orang di luar sana yang masih memerlukan pertolongan kita” dan terlebih yang mimin pelajari adalah 1 hal yang berharga, “kita jangan terlalu fokus dengan masalah hidup kita saja, cobalah untuk menjadi jawaban bagi masalah yang dihadapi sesama kita”

Kredit: viralkan.win via informasitrending

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *